<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Kuliyah Mazhab Akidah Dunia Islam</title>
	<atom:link href="http://mazhab.sementoji.net/v1/?feed=comments-rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mazhab.sementoji.net</link>
	<description>Oleh Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Oct 2012 10:40:34 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.2</generator>
	<item>
		<title>Comment on Sejarah Mazhab Al-Maaturidiyyah &amp; Salafi Wahabbi by Burhan</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=15&#038;cpage=1#comment-13503</link>
		<dc:creator>Burhan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2012 10:40:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=15#comment-13503</guid>
		<description>332/333H adalah tahun kewafatan Imam Abu Mansur al Maturidi... Bukan tahun kelahiran beliau...  Sekian terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>332/333H adalah tahun kewafatan Imam Abu Mansur al Maturidi&#8230; Bukan tahun kelahiran beliau&#8230;  Sekian terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sejarah Penubuhan Freemason by syahidah09</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=73&#038;cpage=1#comment-12846</link>
		<dc:creator>syahidah09</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2012 13:17:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=73#comment-12846</guid>
		<description>salam . sekarang byk disebarkn ttg gerakan freemason tpi penganut freemason dh x peduli sbb mreka tahu org Islam hnya akn diberi info dan rasa takut la then lps tu dh x ambil peduli ttg ancaman2 freemason.
itulh mslah umat kite yg buat endah x endah ttg ancaman2 seperti ni walaupun tahu berada di akhir zaman . Ya Allah , kuatkan kami , satukan kami , bangkitkan kami ! Allahuakbar !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam . sekarang byk disebarkn ttg gerakan freemason tpi penganut freemason dh x peduli sbb mreka tahu org Islam hnya akn diberi info dan rasa takut la then lps tu dh x ambil peduli ttg ancaman2 freemason.<br />
itulh mslah umat kite yg buat endah x endah ttg ancaman2 seperti ni walaupun tahu berada di akhir zaman . Ya Allah , kuatkan kami , satukan kami , bangkitkan kami ! Allahuakbar !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ahlul Sunnah Wal Jamaah by Uwais Moballeghi</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=13&#038;cpage=1#comment-11823</link>
		<dc:creator>Uwais Moballeghi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 18:18:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=13#comment-11823</guid>
		<description>Umar bin Khattap di bunuh oleh Abu Lu&#039;lu&#039;ah dan Usman bin Affan dibunuh oleh pemberontak yang dipimpin oleh Muhammad bin Abu Bakar. Pertanyaannya siapakah yang membuang Abu Dzar Ghifari hingga mati kelaparan di Rawadhah? Kemudian kenapa Usman dilengserkan kekuasaannya oleh anak Abubakar dan siapakah yang bersalah? 

Mohon jawaban yang jujur dan ikhlas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Umar bin Khattap di bunuh oleh Abu Lu&#8217;lu&#8217;ah dan Usman bin Affan dibunuh oleh pemberontak yang dipimpin oleh Muhammad bin Abu Bakar. Pertanyaannya siapakah yang membuang Abu Dzar Ghifari hingga mati kelaparan di Rawadhah? Kemudian kenapa Usman dilengserkan kekuasaannya oleh anak Abubakar dan siapakah yang bersalah? </p>
<p>Mohon jawaban yang jujur dan ikhlas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sejarah Syiah Imamiyyah by Uwais Moballeghi</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=18&#038;cpage=1#comment-11821</link>
		<dc:creator>Uwais Moballeghi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 12:55:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=18#comment-11821</guid>
		<description>http://achehkarbala.blogspot.com/2012/04/justeru-islam-fundamentalislah-yang.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://achehkarbala.blogspot.com/2012/04/justeru-islam-fundamentalislah-yang.html" rel="nofollow">http://achehkarbala.blogspot.com/2012/04/justeru-islam-fundamentalislah-yang.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sejarah Syiah Imamiyyah by Hsndwsp, Acheh_Sumatra</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=18&#038;cpage=1#comment-11815</link>
		<dc:creator>Hsndwsp, Acheh_Sumatra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 16:43:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=18#comment-11815</guid>
		<description>INILAH SYIAH IMAMIAH 12 ATAU ISLAM MAZHAB JAKFARI, PENGIKUT AHLULBAYT RASULULLAH SAWW


Bismillaahirrahmaanirrahiim

INILAH SYIAH
ATAU  ISLAM MAZHAB JAKFARI (SYI&#039;AH IMAMIYAH ITSNA ASY&#039;ARIYAH),
PENGIKUT SETIA RASULULLAH SAWW
DAN 12 IMAM AS
hsndwsp
Acheh - Sumatra 
 
1. Mazhab Syiah Imamiyah Itsna Asy&#039;ariyah (Pengikut 12 Imam) adalah sebuah komunitas besar dari umat Islam pada masa sekarang ini, dan jumlah mereka diperkirakan ¼ jumlah umat Islam. Latar bela kang sejarahnya bermuara pada masa permulaan Islam, yaitu saat turunnya firman Allah swt. surat Al-Bayyinah ayat 7 : 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّة

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka adalah sebaik-baiknya penduduk bumi. (QS. Al Bayyinah [98]:7)

Selekas itu, Rasulullah saw. meletakkan tangannya di atas pundak Ali bin Abi Thalib a.s., sedang para sahabat hadir dan نَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ dan menyaksikannya, seraya bersabda: “Hai Ali!, Kamu dan para syi’ahmu adalah sebaik-baiknya penduduk Bumi”. [1] Dari sinilah, kelompok ini disebut dengan nama “syi’ah”, dan dinisbatkan kepada Ja’far Ash-Shadiq a.s. karena mengikuti beliau dalam bidang fiqih. 

2. Banyak dari kelompok ini yang tinggal di Iran, Irak, Palestina, Afganistan, India, dan tersebar secara luas ke negara-negara republik yang memisahkan diri dari Rusia, juga ke negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Amerika, dan Benua Afrika serta Asia timur. Mereka memiliki masjid-masjid, Islamic Center, pusat-pusat kegiatan budaya dan sosial. 

3. Kaum Syi’ah Ja’fariyah terdiri dari bangsa, suku, bahasa dan warna yang berbeda-beda. Mereka hidup secara berdampingan dengan saudara-saudara muslim yang lain dari golongan dan mazhab yang berbeda dengan penuh kedamaian dan kasih sayang. Dan mereka saling mem-bantu dan bekerja sama di segala bidang dengan penuh إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ Sesungguhya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS. Al-Hujurat [49]:10) Dan firman Allah swt.: وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى Saling tolong-menolonglah dalam kebaikan dan taqwa”. (QS. Al-Maidah [5]:ٰ) Dan berpegang teguh pada sabda Nabi saww.: “Orang-orang muslim - satu sama lainnya- laksana tangan yang satu”. [2] Juga sabda yang lain dari beliau: “Orang-orang mukmin (satu sama lainnya) seperti satu tubuh”.[3] 

4. Sepanjang sejarah Islam, mereka memiliki sikap disegani dan posisi yang cemerlang dalam membela Islam dan kaum muslimin. Mereka juga telah mampu mendirikan pemerintahan-pemerintahan dan negara-negara yang ber-khidmat pada peradaban Islam. Begitu juga, mereka memiliki ulama-ulama serta ahli-ahli yang telah menyum-bangkan tenaga dan seluruh pikiran mereka untuk memperkaya warisan-warisan Islam; dengan cara menulis ratusan ribu karangan, buku-buku kecil dan besar di bidang tafsir Al-Quran, hadis, akidah, fiqih, ushul fiqih, akhlak, dirayah, rijal, filsafat, nasihat-nasihat, sistem pemerintahan dan kemasyarakatan, bahasa dan sastra bahkan kedokteran, fisika, kimia, matematika, astronomi, ilmu-ilmu biologi, dan cabang-cabang ilmu lainnya. Dalam berbagai disiplin ilmu mereka memainkan peran sebagai perintis dan pencetus berbagai bidang keilmuan.[4] 

5. Mereka percaya kepada Allah Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, serta tak ada sekutu bagi-Nya. Mereka menafikan dari Dzat Allah swt. segala sifat-sifat kebendaan, anak, tempat, zaman, perubahan, gerak, naik dan turun, dan lain sebagainya yang tidak layak bagi keagungan, kesucian, kesempurnaan dan keindahan-Nya. Mereka juga meyakini bahwa hanya Dialah yang layak disembah, bahwa hukum serta syariat hanyalah milik dan hak-Nya, dan bahwa kemusyrikan dengan segala macam-nya, secara terbuka maupun rahasia—adalah kezaliman yang amat besar dan dosa yang tak terampunkan. Mereka percaya akan semua ini dapat dibuktikan atas dasar akal yang sehat yang sejalan dengan Al-Quran dan hadits shahih; dari manapun sumbernya. Mereka tidak bersandar pada hadis-hadis Israiliyat dalam bidang akidah, tidak pula mengambil ajaran dari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh orang-orang Majusi; yang menggam-barkan Allah swt. dalam bentuk manusia, menyerupakan-Nya dengan makhluk-makhluk, atau menyandarkan perbuatan zalim dan kesia-siaan kepada-Nya. Sesung-guhnya Allah Maha Suci dan Maha Luhur dari apa yang mereka duga atau menisbatkan perbuatan tercela kepada para nabi a.s. secara mutlak. 

6. Mereka meyakini bahwa Allah swt. Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dia menciptakan alam semesta atas dasar keadilan dan kebijaksanaan. Dia tidak pernah mencip-takan sesuatu secara sia-sia, baik benda-benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, langit atau bumi, karena kesia-siaan itu bertentangan dengan keadilan dan kebijaksanaan, juga bertentangan dengan sifat-Nya yang melazimkan setiap kesempurnaan yang niscaya dimiliki-Nya, serta melazimkan penafian segala kekurangan dari Dzat-nya. 


7. Mereka meyakini bahwa Allah swt.—dengan keadilan dan kebijasanaan-Nya—telah mengutus kepada manusia para nabi dan rasul yang diangkat sebagai manusia-manusia maksum dan memiliki pengetahuan yang luas, yang bersumber dari wahyu untuk memberi hidayah kepada manusia, membantu mereka mencapai kesem-purnaan yang diharapkan, dan mengarahkan mereka kepada ketaatan yang menurunkan surga, dan menyam-paikan mereka kepada rahmat dan keridhaan Allah swt. Di antara para nabi dan rasul itu adalah Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s. dan nama-nama lainnya yang telah disebutkan oleh Al-Quran, atau yang ada disebutkan nama dan keadaan-keadaan mereka dalam hadis-hadis yang mulia.. 

8. Mereka percaya bahwa siapa yang taat kepada Allah swt. dan melaksanakan perintah-perintah dan aturan-aturan-Nya di segala bidang kehidupan, ia akan selamat dan beruntung, serta layak mendapatkan pujian dan pahala,. meskipun ia hamba sahaya dari Afrika. Dan sebaliknya, siapa yang bermaksiat kepada Allah swt. dan pura-pura bodoh terhadap segala perintah-Nya dan menerapkan hukum-hukum selain hukum-hukum Allah, ia akan rugi dan binasa, dan layak mendapatkan hujatan dan siksa, meskipun ia seorang tuan atau sayyid dari bangsa Quraisy, sebagaimana yang terdapat dalam hadis Nabi saww. Mereka meyakini bahwa tempat pahala dan siksa adalah Hari kiamat, yang di dalamnya terdapat hari perhitungan, timbangan, surga, dan neraka. Dan hal itu akan terjadi setelah melewati alam kubur dan alam barzakh. Mereka juga menolak reinkarnasi (tanâsukh) yang dianut oleh sebagian pengingkar Hari Kebangkitan, karena mempercayainya berarti mendustakan Al Qur-an dan hadis-hadis Nabi saww. 

9. Mereka meyakini bahwa Nabi, Rasul terakhir dan yang paling utama adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib saww, ang telah dijaga dari kesalahan dan ketergelinciran, dan Allah telah memeliharanya dari segala maksiat, baik yang besar maupun yang kecil, sebelum dan sesudah menjadi nabi, dalam tablig maupun di luar tablig. Dan Allah swt. telah menurunkan kepada-nya Al Qur-an untuk dijadikan sebagai pedoman hidup manusia sepanjang masa. Nabi saw. telah meyampaikan risalah-Nya dan menunaikan amanat-Nya dengan benar dan ikhlas. Kaum Syi&#039;ah mempunyai puluhan ribu karya di bidang penulisan sirah nabawi, kepribadian, sifat-sifat, keistimewaan dan mukjizat-mukjizat Nabi saww. [5] 

10. Mereka meyakini bahwa Al Qur-an yang diturunkan kepada Rasulullah saww melalui Jibril a.s. dan ditulis oleh sekelompok sahabat-sahabat besar generasi pertama. Di antara mereka adalah Ali bin Abi Thalib a.s. pada masa Nabi saww. dan melakukan penulisan wahyu di bawah pengawasannya. Dan karena perintah dan petunjuknya, mereka menghafal dan menyempurnakannya, menghitung huruf-hurufnya, kata-katanya, surat-surat dan ayat-ayatnya. Dan mereka menurunkan ke generasi berikutnya. Kitab suci inilah yang dibaca umat Islam saat ini dengan berbagai macam kelompok, siang dan malam, tanpa ada penambahan, pengurangan dan perubahan. Dan kaum Syi’ah dalam bidang ini memiliki karya-karya tulis yang banyak, baik yang besar maupun yang kecil.[6] 

11. Mereka meyakini bahwa tatkala Rasulullah saw. sudah dekat ajalnya, beliau mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah dan pemimpin umat Islam sepening-galnya secara politis dan mengarahkan mereka kepada Ali untuk mengikutinya, baik dalam pemikiran atau dalam pemecahan persoalan hidup mereka, dan mene-ruskan pendidikan dan pembinaan mereka. Pengang-katan itu atas dasar perintah dari Allah di sebuah tempat yang dikenal dengan nama “Ghadir Khum” di akhir usia dan haji terakhirnya, dan di tengah kumpulan manusia yang ikut berhaji dengan Nabi saww. Menurut sebagian riwayat, jumlah mereka lebih dari 100 ribu orang. Pada kesempatan itu beberapa ayat Al-Quran telah turun, di antaranya: يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ “Hai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika engkau itdak melaksanakannya berarti engkau tidak menyampai-kan risalah. Dan Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi pentunjuk kepada kaum yang kafir.” (QS. Al Maidah [5]:67) الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا “Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu dan aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu dan Aku relakan Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah [5]: 3) الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن دِينِكُمْ فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa dari agamamu, maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.” (QS Al-Maidah [5]:3) سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ لِّلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ “Seorang penanya bertanya tentang suatu kejadian ke atas orang-orang kafir, azab yang tidak ada penghalang (langsung).” (QS. Al-Ma&#039;arij [70]:1-2) Begitu juga Nabi saww. meminta orang-orang untuk berbaiat kepada Ali dengan berjabat tangan. Maka merekapun segera berbaiat. Dan orang pertama dari mereka adalah tokoh-tokoh Muhajirin dan Anshar, serta sahabat-sahabat ternama.[7] 

12. Mereka meyakini bahwa imam setelah Rasulullah saw. harus melakukan apa-apa yang pernah dilakukan Nabi saw. semasa hidup beliau, yaitu tugas-tugas memimpin dan memberikan petunjuk, pendidikan dan pengajaran, menjelaskan hukum-hukum, mengatasi problematika pemikiran, serta mejelaskan urusan sosial yang penting. Maka, imam juga harus menjadi kepercayaan umat, agar mereka bisa diarahkan pada ketentraman. Oleh karena itu, seorang imam menyerupai Nabi dalam kemampuan dan sifat, di antaranya kemaksuman (&#039;ishmah) dan ilmu yang luas. Karena, imam sama seperti Nabi dalam kewenangan dan tanggung jawab kecuali menerima wahyu dan kenabian, sebab kenabian telah tertutup dan berakhir pada Rasulullah saw., beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Agamanya adalah pemungkas seluruh agama, syariatnya pemungkas seluruh syariat, kitabnya pemungkas seluruh syariat, kitabnya pemungkas seluruh kitab. Tidak ada nabi setelahnya, tidak ada agama setelah agamanya, tidak ada syariat setelah syariatnya. Dan Syi’ah dalam hal ini memiliki karya-karya tulis yang banyak dan berbagai corak.. 

13. Mereka meyakini bahwa kebutuhan umat terhadap pemimpin yang baik dan maksum, mengharuskan agar tidak cukup dengan penunjukan Ali a.s. saja sebagai khalifah dan pemimpin setelah Nabi, tetapi ini harus berkesinambungan sampai masa yang panjang dan sampai akar-akar Islam mengokoh dan dasar-dasar syariat terjaga, serta pilar-pilarnya terpelihara dari segala bahaya yang mengancam setiap akidah dan aturan-aturan Tuhan. Hendaknya para imam dapat memberikan contoh praktis dan program yang sesuai dengan kondisi-kondisi yang akan dialami umat Islam setelahnya. 

14. Mereka meyakini bahwa karena sebab tersebut di atas dan karena adanya hikmah yang tinggi, dengan perintah Allah swt. Nabi saww. telah menentukan 11 Imam setelah Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Dengan demikian, jumlah mereka adalah 12 imam. Jumlah ini bahkan nama etnis mereka (Quraisy) telah disinggung—meski tidak disebut-kan nama dan ciri-ciri khasnya—dalam kitab Shahih Bukhori, Shahih Muslim, dengan redaksi yang berbeda-beda, seperti yang diriwayatkan dari Rasulullah saww. Bahwa: “Sesungguhnya agama ini akan senantiasa berjalan, tegak, mulia dan kuat selama di antara umat ada dua belas pemimpin atau khalifah yang semuanya berasal dari Quraisy”. (atau Bani Hasyim, sebagaimana yang terdapat dalam sebagian kitab). Bahkan disebutkan pula nama-nama mereka dalam sebagian kitab selain Kutub As-Sittah, yaitu buku-buku tentang keutamaan (manâqib), syair dan sastra. Meskipun hadis-hadis ini tidak secara langsung menye-butkan dan menentukan dua belas Imam, yaitu Ali dan 11 Imam dari keturunannya, hanya saja hadis-hadis tersebut tidak bisa dimaknai kecuali keyakinan Syi’ah Ja’fariyah. Dan tidak ada penafsiran yang relevan untuk hadis-hadis tersebut kecuali penafsiran mereka.[8]

15. Syi’ah Imamiyah Itsna Asy&#039;ariyah ( Pengikut Imam 12 ) meyakini bahwa 12 imam itu ialah : 

1. Imam Ali bin Abi Thalib Amirul Mukminin a s 

2. Imam Hasan Al-Mujtaba a.s. 

3. Imam Husain Sayyid Asy-Syuhada a.s. (keduanya adalah putra Imam Ali dan Sayidah Fatimah a.s. dan cucuanda Nabi suci saww. 

4. Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad a.s. 

5. Imam Muhammad bin Ali Al-Bagir a.s. 

6. Imam Ja’far bin Muhammad Al-Shadiq a.s. 

7. Imam Musa bin Ja’far Al-Khadzim a.s. 

8. Imam Ali bin Musa Ar-Ridha a.s. 

9. Imam Muhammad bin Ali Al-Jawad-At-Taqi a.s. 

10. Imam Ali bin Muhammad Al-Hadi- An-Naqi) a.s. 

11. Imam Hasan bin Ali Al-‘Askari a.s. 

12. Imam Muhammad bin Hasan Al-Mahdi Al-Muntazhar a.s. yang dijanjikan dan dinantikan. (read less)

Open: All content is public.


Website:

http://www.al-hadj.com 

http://www.khamenei.ir 

http://www.leader.ir 

http://www.wilayah.org 

http://www.al-shia.org/html/id/index.htm 

http://www.fatimah.org/index1.htm



Office:
Bumi Allah


 

 


























 Diposkan oleh  ACHEH - KARBALA  di 23:04   
 2 komentar: 


Go BangkaJul 31, 2011 04:00 AM

KEBENARAN TIDAK BISA DIHAPUS ATAU DISEMBUNYIKAN. SUDAH JANJI ALLAH SWT, SEMUA AKAN TERSINGKAP, SEMUA AKAN MEMBELALAKKAN MATA, SUDAH KELEWAT BATAS MEREKA MEMPERLAKUKAN YG BERHAK SEOLAH-OLAH TIPU MUSLIHAT MEREKA MENGALAHKAN TIPU MUSLIHAT NYA. SALAM ATAS MU YA RASULULLAH DAN AHLULBAIT.
BalasHapus

ACHEH - KARBALAOct 13, 2011 11:28 AM

Bung Go Bangka! DI UJUNG KEHIDUPAN DUNIA NANTI ALLAH JANJIKAN KEHIDUPAN YANG ISLAMI DIBAWAH KEPEMIMPINAN IMAM MAHDI AL MUNTAZHAR. Read more here: http://achehkarbala.blogspot.com/2011/09/di-ujung-kehidupan-dunia-nanti-allah.html</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>INILAH SYIAH IMAMIAH 12 ATAU ISLAM MAZHAB JAKFARI, PENGIKUT AHLULBAYT RASULULLAH SAWW</p>
<p>Bismillaahirrahmaanirrahiim</p>
<p>INILAH SYIAH<br />
ATAU  ISLAM MAZHAB JAKFARI (SYI&#8217;AH IMAMIYAH ITSNA ASY&#8217;ARIYAH),<br />
PENGIKUT SETIA RASULULLAH SAWW<br />
DAN 12 IMAM AS<br />
hsndwsp<br />
Acheh &#8211; Sumatra </p>
<p>1. Mazhab Syiah Imamiyah Itsna Asy&#8217;ariyah (Pengikut 12 Imam) adalah sebuah komunitas besar dari umat Islam pada masa sekarang ini, dan jumlah mereka diperkirakan ¼ jumlah umat Islam. Latar bela kang sejarahnya bermuara pada masa permulaan Islam, yaitu saat turunnya firman Allah swt. surat Al-Bayyinah ayat 7 : </p>
<p>إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّة</p>
<p>Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka adalah sebaik-baiknya penduduk bumi. (QS. Al Bayyinah [98]:7)</p>
<p>Selekas itu, Rasulullah saw. meletakkan tangannya di atas pundak Ali bin Abi Thalib a.s., sedang para sahabat hadir dan نَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُوْلَئِكَ هُمْ خَيْرُ dan menyaksikannya, seraya bersabda: “Hai Ali!, Kamu dan para syi’ahmu adalah sebaik-baiknya penduduk Bumi”. [1] Dari sinilah, kelompok ini disebut dengan nama “syi’ah”, dan dinisbatkan kepada Ja’far Ash-Shadiq a.s. karena mengikuti beliau dalam bidang fiqih. </p>
<p>2. Banyak dari kelompok ini yang tinggal di Iran, Irak, Palestina, Afganistan, India, dan tersebar secara luas ke negara-negara republik yang memisahkan diri dari Rusia, juga ke negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman, Perancis, Amerika, dan Benua Afrika serta Asia timur. Mereka memiliki masjid-masjid, Islamic Center, pusat-pusat kegiatan budaya dan sosial. </p>
<p>3. Kaum Syi’ah Ja’fariyah terdiri dari bangsa, suku, bahasa dan warna yang berbeda-beda. Mereka hidup secara berdampingan dengan saudara-saudara muslim yang lain dari golongan dan mazhab yang berbeda dengan penuh kedamaian dan kasih sayang. Dan mereka saling mem-bantu dan bekerja sama di segala bidang dengan penuh إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ Sesungguhya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS. Al-Hujurat [49]:10) Dan firman Allah swt.: وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى Saling tolong-menolonglah dalam kebaikan dan taqwa”. (QS. Al-Maidah [5]:ٰ) Dan berpegang teguh pada sabda Nabi saww.: “Orang-orang muslim &#8211; satu sama lainnya- laksana tangan yang satu”. [2] Juga sabda yang lain dari beliau: “Orang-orang mukmin (satu sama lainnya) seperti satu tubuh”.[3] </p>
<p>4. Sepanjang sejarah Islam, mereka memiliki sikap disegani dan posisi yang cemerlang dalam membela Islam dan kaum muslimin. Mereka juga telah mampu mendirikan pemerintahan-pemerintahan dan negara-negara yang ber-khidmat pada peradaban Islam. Begitu juga, mereka memiliki ulama-ulama serta ahli-ahli yang telah menyum-bangkan tenaga dan seluruh pikiran mereka untuk memperkaya warisan-warisan Islam; dengan cara menulis ratusan ribu karangan, buku-buku kecil dan besar di bidang tafsir Al-Quran, hadis, akidah, fiqih, ushul fiqih, akhlak, dirayah, rijal, filsafat, nasihat-nasihat, sistem pemerintahan dan kemasyarakatan, bahasa dan sastra bahkan kedokteran, fisika, kimia, matematika, astronomi, ilmu-ilmu biologi, dan cabang-cabang ilmu lainnya. Dalam berbagai disiplin ilmu mereka memainkan peran sebagai perintis dan pencetus berbagai bidang keilmuan.[4] </p>
<p>5. Mereka percaya kepada Allah Yang Maha Esa, tempat bergantung segala sesuatu, yang tidak beranak, tidak pula diperanakkan, serta tak ada sekutu bagi-Nya. Mereka menafikan dari Dzat Allah swt. segala sifat-sifat kebendaan, anak, tempat, zaman, perubahan, gerak, naik dan turun, dan lain sebagainya yang tidak layak bagi keagungan, kesucian, kesempurnaan dan keindahan-Nya. Mereka juga meyakini bahwa hanya Dialah yang layak disembah, bahwa hukum serta syariat hanyalah milik dan hak-Nya, dan bahwa kemusyrikan dengan segala macam-nya, secara terbuka maupun rahasia—adalah kezaliman yang amat besar dan dosa yang tak terampunkan. Mereka percaya akan semua ini dapat dibuktikan atas dasar akal yang sehat yang sejalan dengan Al-Quran dan hadits shahih; dari manapun sumbernya. Mereka tidak bersandar pada hadis-hadis Israiliyat dalam bidang akidah, tidak pula mengambil ajaran dari hadis-hadis yang diriwayatkan oleh orang-orang Majusi; yang menggam-barkan Allah swt. dalam bentuk manusia, menyerupakan-Nya dengan makhluk-makhluk, atau menyandarkan perbuatan zalim dan kesia-siaan kepada-Nya. Sesung-guhnya Allah Maha Suci dan Maha Luhur dari apa yang mereka duga atau menisbatkan perbuatan tercela kepada para nabi a.s. secara mutlak. </p>
<p>6. Mereka meyakini bahwa Allah swt. Maha Adil dan Maha Bijaksana. Dia menciptakan alam semesta atas dasar keadilan dan kebijaksanaan. Dia tidak pernah mencip-takan sesuatu secara sia-sia, baik benda-benda mati, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia, langit atau bumi, karena kesia-siaan itu bertentangan dengan keadilan dan kebijaksanaan, juga bertentangan dengan sifat-Nya yang melazimkan setiap kesempurnaan yang niscaya dimiliki-Nya, serta melazimkan penafian segala kekurangan dari Dzat-nya. </p>
<p>7. Mereka meyakini bahwa Allah swt.—dengan keadilan dan kebijasanaan-Nya—telah mengutus kepada manusia para nabi dan rasul yang diangkat sebagai manusia-manusia maksum dan memiliki pengetahuan yang luas, yang bersumber dari wahyu untuk memberi hidayah kepada manusia, membantu mereka mencapai kesem-purnaan yang diharapkan, dan mengarahkan mereka kepada ketaatan yang menurunkan surga, dan menyam-paikan mereka kepada rahmat dan keridhaan Allah swt. Di antara para nabi dan rasul itu adalah Adam a.s., Nuh a.s., Ibrahim a.s., Musa a.s. dan nama-nama lainnya yang telah disebutkan oleh Al-Quran, atau yang ada disebutkan nama dan keadaan-keadaan mereka dalam hadis-hadis yang mulia.. </p>
<p>8. Mereka percaya bahwa siapa yang taat kepada Allah swt. dan melaksanakan perintah-perintah dan aturan-aturan-Nya di segala bidang kehidupan, ia akan selamat dan beruntung, serta layak mendapatkan pujian dan pahala,. meskipun ia hamba sahaya dari Afrika. Dan sebaliknya, siapa yang bermaksiat kepada Allah swt. dan pura-pura bodoh terhadap segala perintah-Nya dan menerapkan hukum-hukum selain hukum-hukum Allah, ia akan rugi dan binasa, dan layak mendapatkan hujatan dan siksa, meskipun ia seorang tuan atau sayyid dari bangsa Quraisy, sebagaimana yang terdapat dalam hadis Nabi saww. Mereka meyakini bahwa tempat pahala dan siksa adalah Hari kiamat, yang di dalamnya terdapat hari perhitungan, timbangan, surga, dan neraka. Dan hal itu akan terjadi setelah melewati alam kubur dan alam barzakh. Mereka juga menolak reinkarnasi (tanâsukh) yang dianut oleh sebagian pengingkar Hari Kebangkitan, karena mempercayainya berarti mendustakan Al Qur-an dan hadis-hadis Nabi saww. </p>
<p>9. Mereka meyakini bahwa Nabi, Rasul terakhir dan yang paling utama adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib saww, ang telah dijaga dari kesalahan dan ketergelinciran, dan Allah telah memeliharanya dari segala maksiat, baik yang besar maupun yang kecil, sebelum dan sesudah menjadi nabi, dalam tablig maupun di luar tablig. Dan Allah swt. telah menurunkan kepada-nya Al Qur-an untuk dijadikan sebagai pedoman hidup manusia sepanjang masa. Nabi saw. telah meyampaikan risalah-Nya dan menunaikan amanat-Nya dengan benar dan ikhlas. Kaum Syi&#8217;ah mempunyai puluhan ribu karya di bidang penulisan sirah nabawi, kepribadian, sifat-sifat, keistimewaan dan mukjizat-mukjizat Nabi saww. [5] </p>
<p>10. Mereka meyakini bahwa Al Qur-an yang diturunkan kepada Rasulullah saww melalui Jibril a.s. dan ditulis oleh sekelompok sahabat-sahabat besar generasi pertama. Di antara mereka adalah Ali bin Abi Thalib a.s. pada masa Nabi saww. dan melakukan penulisan wahyu di bawah pengawasannya. Dan karena perintah dan petunjuknya, mereka menghafal dan menyempurnakannya, menghitung huruf-hurufnya, kata-katanya, surat-surat dan ayat-ayatnya. Dan mereka menurunkan ke generasi berikutnya. Kitab suci inilah yang dibaca umat Islam saat ini dengan berbagai macam kelompok, siang dan malam, tanpa ada penambahan, pengurangan dan perubahan. Dan kaum Syi’ah dalam bidang ini memiliki karya-karya tulis yang banyak, baik yang besar maupun yang kecil.[6] </p>
<p>11. Mereka meyakini bahwa tatkala Rasulullah saw. sudah dekat ajalnya, beliau mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah dan pemimpin umat Islam sepening-galnya secara politis dan mengarahkan mereka kepada Ali untuk mengikutinya, baik dalam pemikiran atau dalam pemecahan persoalan hidup mereka, dan mene-ruskan pendidikan dan pembinaan mereka. Pengang-katan itu atas dasar perintah dari Allah di sebuah tempat yang dikenal dengan nama “Ghadir Khum” di akhir usia dan haji terakhirnya, dan di tengah kumpulan manusia yang ikut berhaji dengan Nabi saww. Menurut sebagian riwayat, jumlah mereka lebih dari 100 ribu orang. Pada kesempatan itu beberapa ayat Al-Quran telah turun, di antaranya: يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ “Hai Rasul! Sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan jika engkau itdak melaksanakannya berarti engkau tidak menyampai-kan risalah. Dan Allah akan melindungimu dari manusia. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi pentunjuk kepada kaum yang kafir.” (QS. Al Maidah [5]:67) الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا “Pada hari ini Aku sempurnakan untukmu agamamu dan aku cukupkan nikmat-Ku kepadamu dan Aku relakan Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah [5]: 3) الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن دِينِكُمْ فَلاَ تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa dari agamamu, maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.” (QS Al-Maidah [5]:3) سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ لِّلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ “Seorang penanya bertanya tentang suatu kejadian ke atas orang-orang kafir, azab yang tidak ada penghalang (langsung).” (QS. Al-Ma&#8217;arij [70]:1-2) Begitu juga Nabi saww. meminta orang-orang untuk berbaiat kepada Ali dengan berjabat tangan. Maka merekapun segera berbaiat. Dan orang pertama dari mereka adalah tokoh-tokoh Muhajirin dan Anshar, serta sahabat-sahabat ternama.[7] </p>
<p>12. Mereka meyakini bahwa imam setelah Rasulullah saw. harus melakukan apa-apa yang pernah dilakukan Nabi saw. semasa hidup beliau, yaitu tugas-tugas memimpin dan memberikan petunjuk, pendidikan dan pengajaran, menjelaskan hukum-hukum, mengatasi problematika pemikiran, serta mejelaskan urusan sosial yang penting. Maka, imam juga harus menjadi kepercayaan umat, agar mereka bisa diarahkan pada ketentraman. Oleh karena itu, seorang imam menyerupai Nabi dalam kemampuan dan sifat, di antaranya kemaksuman (&#8216;ishmah) dan ilmu yang luas. Karena, imam sama seperti Nabi dalam kewenangan dan tanggung jawab kecuali menerima wahyu dan kenabian, sebab kenabian telah tertutup dan berakhir pada Rasulullah saw., beliau adalah penutup para nabi dan rasul. Agamanya adalah pemungkas seluruh agama, syariatnya pemungkas seluruh syariat, kitabnya pemungkas seluruh syariat, kitabnya pemungkas seluruh kitab. Tidak ada nabi setelahnya, tidak ada agama setelah agamanya, tidak ada syariat setelah syariatnya. Dan Syi’ah dalam hal ini memiliki karya-karya tulis yang banyak dan berbagai corak.. </p>
<p>13. Mereka meyakini bahwa kebutuhan umat terhadap pemimpin yang baik dan maksum, mengharuskan agar tidak cukup dengan penunjukan Ali a.s. saja sebagai khalifah dan pemimpin setelah Nabi, tetapi ini harus berkesinambungan sampai masa yang panjang dan sampai akar-akar Islam mengokoh dan dasar-dasar syariat terjaga, serta pilar-pilarnya terpelihara dari segala bahaya yang mengancam setiap akidah dan aturan-aturan Tuhan. Hendaknya para imam dapat memberikan contoh praktis dan program yang sesuai dengan kondisi-kondisi yang akan dialami umat Islam setelahnya. </p>
<p>14. Mereka meyakini bahwa karena sebab tersebut di atas dan karena adanya hikmah yang tinggi, dengan perintah Allah swt. Nabi saww. telah menentukan 11 Imam setelah Imam Ali bin Abi Thalib a.s. Dengan demikian, jumlah mereka adalah 12 imam. Jumlah ini bahkan nama etnis mereka (Quraisy) telah disinggung—meski tidak disebut-kan nama dan ciri-ciri khasnya—dalam kitab Shahih Bukhori, Shahih Muslim, dengan redaksi yang berbeda-beda, seperti yang diriwayatkan dari Rasulullah saww. Bahwa: “Sesungguhnya agama ini akan senantiasa berjalan, tegak, mulia dan kuat selama di antara umat ada dua belas pemimpin atau khalifah yang semuanya berasal dari Quraisy”. (atau Bani Hasyim, sebagaimana yang terdapat dalam sebagian kitab). Bahkan disebutkan pula nama-nama mereka dalam sebagian kitab selain Kutub As-Sittah, yaitu buku-buku tentang keutamaan (manâqib), syair dan sastra. Meskipun hadis-hadis ini tidak secara langsung menye-butkan dan menentukan dua belas Imam, yaitu Ali dan 11 Imam dari keturunannya, hanya saja hadis-hadis tersebut tidak bisa dimaknai kecuali keyakinan Syi’ah Ja’fariyah. Dan tidak ada penafsiran yang relevan untuk hadis-hadis tersebut kecuali penafsiran mereka.[8]</p>
<p>15. Syi’ah Imamiyah Itsna Asy&#8217;ariyah ( Pengikut Imam 12 ) meyakini bahwa 12 imam itu ialah : </p>
<p>1. Imam Ali bin Abi Thalib Amirul Mukminin a s </p>
<p>2. Imam Hasan Al-Mujtaba a.s. </p>
<p>3. Imam Husain Sayyid Asy-Syuhada a.s. (keduanya adalah putra Imam Ali dan Sayidah Fatimah a.s. dan cucuanda Nabi suci saww. </p>
<p>4. Imam Ali Zainal Abidin As-Sajjad a.s. </p>
<p>5. Imam Muhammad bin Ali Al-Bagir a.s. </p>
<p>6. Imam Ja’far bin Muhammad Al-Shadiq a.s. </p>
<p>7. Imam Musa bin Ja’far Al-Khadzim a.s. </p>
<p>8. Imam Ali bin Musa Ar-Ridha a.s. </p>
<p>9. Imam Muhammad bin Ali Al-Jawad-At-Taqi a.s. </p>
<p>10. Imam Ali bin Muhammad Al-Hadi- An-Naqi) a.s. </p>
<p>11. Imam Hasan bin Ali Al-‘Askari a.s. </p>
<p>12. Imam Muhammad bin Hasan Al-Mahdi Al-Muntazhar a.s. yang dijanjikan dan dinantikan. (read less)</p>
<p>Open: All content is public.</p>
<p>Website:</p>
<p><a href="http://www.al-hadj.com" rel="nofollow">http://www.al-hadj.com</a> </p>
<p><a href="http://www.khamenei.ir" rel="nofollow">http://www.khamenei.ir</a> </p>
<p><a href="http://www.leader.ir" rel="nofollow">http://www.leader.ir</a> </p>
<p><a href="http://www.wilayah.org" rel="nofollow">http://www.wilayah.org</a> </p>
<p><a href="http://www.al-shia.org/html/id/index.htm" rel="nofollow">http://www.al-shia.org/html/id/index.htm</a> </p>
<p><a href="http://www.fatimah.org/index1.htm" rel="nofollow">http://www.fatimah.org/index1.htm</a></p>
<p>Office:<br />
Bumi Allah</p>
<p> Diposkan oleh  ACHEH &#8211; KARBALA  di 23:04<br />
 2 komentar: </p>
<p>Go BangkaJul 31, 2011 04:00 AM</p>
<p>KEBENARAN TIDAK BISA DIHAPUS ATAU DISEMBUNYIKAN. SUDAH JANJI ALLAH SWT, SEMUA AKAN TERSINGKAP, SEMUA AKAN MEMBELALAKKAN MATA, SUDAH KELEWAT BATAS MEREKA MEMPERLAKUKAN YG BERHAK SEOLAH-OLAH TIPU MUSLIHAT MEREKA MENGALAHKAN TIPU MUSLIHAT NYA. SALAM ATAS MU YA RASULULLAH DAN AHLULBAIT.<br />
BalasHapus</p>
<p>ACHEH &#8211; KARBALAOct 13, 2011 11:28 AM</p>
<p>Bung Go Bangka! DI UJUNG KEHIDUPAN DUNIA NANTI ALLAH JANJIKAN KEHIDUPAN YANG ISLAMI DIBAWAH KEPEMIMPINAN IMAM MAHDI AL MUNTAZHAR. Read more here: <a href="http://achehkarbala.blogspot.com/2011/09/di-ujung-kehidupan-dunia-nanti-allah.html" rel="nofollow">http://achehkarbala.blogspot.com/2011/09/di-ujung-kehidupan-dunia-nanti-allah.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sejarah Mazhab Al-Maaturidiyyah &amp; Salafi Wahabbi by Abu Nur al-Dununiyy</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=15&#038;cpage=1#comment-11808</link>
		<dc:creator>Abu Nur al-Dununiyy</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 16:55:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=15#comment-11808</guid>
		<description>AL-ASHA^IRAH PEMIMPIN ILMU ISLAM DAN PEMBELA ISLAM

Al-Imam Abul-Hasan al-Ash^ari dan para pendokong atau pengikut beliau yang digelar al-Ash^ariyyun atau al-Asha^irah mempunyai jasa besar dalam membersihkan umat Islam dari kekotoran aqidah ahli bidaah seperti aqidah al-Mu^tazilah, al-Jahmiyyah, al-Mujassimah dan al-Mushabbihah. Bahkan, kebanyakan para pendokong, pemimpin ilmu Islam dan pembela Islam adalah dari kalangan al-Asha^irah, sedangkan golongan mempertikaikan mereka ini tidak pun mencapai separas buku lali mereka sejak berzaman sehingga kini dari segi ilmu, warak, taqwa dan jasa.

Antara ulama al-Asha^irah ialah daripada kalangan ulama hadis yang sampai ke tahap al-Hafiz yang menjadi pemimpin dalam ilmu hadis seperti al-Imam al-Hafiz al-Hujjah al-Faqih Shaykhul-Muhaddithin Abu Bakr al-Jurjani al-Isma^ili (penyusun al-Mustakhraj ^alal-Bukhari), al-Imam al-Kabir al-Hafiz al-Faqih al-Usuli Abu Bakr al-Bayhaqi, al-Hafiz Ibn ^Asakir (yang disifatkan sebagai tokoh yang utama daripada kalangan al-muhaddithin di Sham pada zamannya), Amirul-Mu’minin fil-Hadith al-Hafiz Ahmad ibn Hajar al-Asqalani, al-Hafiz Abu Nu^aym al-Asbahani, al-Hafiz al-Daraqutni, al-Hafiz al-Khatib al-Baghdadi, al-Hafiz al-Silafi, al-Hafiz al-Nawawi, al-Hafiz Ibn Daqiqil-^Id, al-Hafiz Qadil-Qudah Taqiyyud-Din al-Subki, al-Hafiz al-^Ala’i, al-Hafiz Zaynud-Din al-^Iraqi, al-Hafiz Waliyyud-Din al-^Iraqi, al-Hafiz al-Lughawi al-Sayyid Muhammad Murtada al-Zabidi, Muhaddith al-Diyaril-Maghbiyyah al-Hafiz al-Mujtahid al-Sayyid Ahmad ibn Siddiq al-Ghummari dan ramai lagi.

Selain itu, antara ulama al-Asha^irah lain yang amat berjasa kepada umat Islam ialah Mujaddid Kurun Keempat Hijriah al-Imam Abut-Tayyib Sahl ibn Muhammad, al-Shaykh Abu Muhammad al-Juwayni, al-Shaykh Abul-Ma^ali Imamul-Haramayn, al-Imam Abu Mansur ^Abdul-Qahir a l-Baghdadi, al-Ustadh Abul-Qasim al-Qushayri, al-Shaykh Abu Ishaq al-Shirazi, al-Imam Abu Bakr al-Baqillani, Shaykhul-Mutakallimin al-Imam Abu Bakr ibn Furak, al-^Arif biLlah al-Imam al-Sayyid ^Abdul-Qadir al-Jilani, al-^Arif biLlah al-Imam al-Sayyid Ahmad al-Rifa^i, Shaykhul-Islam wa-Sultanul-^Ulama’ al-^Izz ^Abdul-^Aziz ibn ^Abdis-Salam, al-^Arif biLlah, al-Imam al-Ghazali, Abul-Wafa’ Ibn Aqil al-Hanbali, Qadil-Qudah al-Damighi al-Hanafi, Abul-Walid al-Baji al-Maliki, al-Qadi ^Iyad, al-Imam Fakhrud-Din al-Razi, Abu ^Amr ibn al-Hajib al-Maliki, ^Ala’ud-Dun al-Baji, al-Shaykh Zakariyya al-Ansari, al-Shaykh Baha’ud-Din al-Rawwas al-Sufi, al-Imam al-Habib al-Sayyid ^Abdullah ibn ^Alawi al-Haddad, Mufti al-Shafi^iyyah bi-Makkah al-Sayyid Ahmad Zayni Dahlan, Musnidil-Hind WaliyyuLlah al-Dihlawi, Mufti Misr al-Shaykh Muhammad ^Illish al-Maliki, Shaykhul-Jami^il-Azhar ^Abdullah al-Sharqawi, al-Shaykh Abul-Hasan al-Qawuqji, al-Shaykh Husayn al-Jisr al-Tarabulusi, al-Shaykh ^Abdul-Basit al-Fakhuri Mufti Bayrut, al-Shaykh Muhammad Arshad al-Banjari, al-Shaykh Dawud ibn ^Abdullah al-Fatani, al-Shaykh Zaynul-^Abidin al-Fatani Ra’is ^Ulama’il-Hijaz al-Shaykh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi, al-Shaykh al-Adib Wan Ahmad al-Fatani, al-Shaykh Muhammad Mukhtar ibn ^Utarid al-Buquri, Muhaddith al-Diyarish-Shamiyyah al-Akbar al-Shaykh al-Sharif Badrud-din al-Hasani, al-^Allamah al-Habib al-Sayyid ^Alawi ibn Tahir al-Haddad al-Hadrami Mufti Johor, al-Musnid al-Habib Abul-Ashbal Salim ibn Jindan al-Indunisi, al-^Alimul-^Allamah al-Sayyid ^Alawi ibn ^Abbas al-Maliki, al-Muhaddith al-Shaykh Muhammad ^Arabi al-Tabbani, Musnidud-Dunya Muhammad Yasin al-Fadani, al-Shaykh Tuan Guru al-Haj ^Abdullah Lubuk Tapah al-Kalantani, Muhaddith al-Diyarish-Shamiyyah aw Khalifatish-Shaykh Badrud-Din al-Shaykh ^Abdullah al-Harari dan ramai lagi.

Selain itu, di kalangan al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah ada yang membela Islam dan umat Islam melalui kuasa pemerintahan seperti al-Sultanul-^Adil al-Mujahid Salahud-Din al-Ayyubi, al-Sultan Muzaffarud-Din Kukabri, al-Sultan Qalawun dan al-Sultan Muhammad al-Thani al-Fatih dan lain-lain lagi.

Sebenarnya, saya tidak bermaksud dengan senarai di atas untuk menjumlahkan kesemua al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah! Siapakah yang mampu menghitung semua bintang di langit atau siapakah yang tahu bilangan pasir di gurun melainkan Allah?!. Demikianlah betapa ramainya al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah… al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah adalah Ahlus-Sunnah wal-Jama^ah golongan yang selamat!! Merekalah yang amat berjasa menyebarkan Islam ke seluruh dunia, di seluruh pelusuk benua dan kepulauan, di timur dan barat, di utara dan selatan sehingga majoriti umat Islam terdiri daripada al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah!

Namun hairan, di sana ada suara-suara janggal yang melempar pelbagai tuduhan dan kejian terhadap al-Asha^irah dan metode pengajian aqidah tauhid mereka. Suara-suara liar itu menuduh bahawa al-Asha^irah bukanlah Ahlus-Sunnah, bahkan ada yang mengkafirkan mereka atau menggolongkan mereka ke dalam puak al-Mu^attilah semata-mata menyerahkan makna nusus mutashabihat kepada Allah dan Rasulullah. Ada yang mendakwa bahawa metode pengajian tauhid secara ilmu kalam yang didokong oleh al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah (sifat 20 atau sifat 13) itu memundurkan umat Islam, tidak menggerunkan musuh Islam, dan menyusahkan, berbelit-belit, mengelirukan atau memeningkan kepala. Suara-suara pelik ini sebenarnya dimomokkan oleh golongan al-Wahhabiyyah yang menggelarkan diri mereka sebagai Salafiyyah. Sedangkan, tokoh rujukan utama mereka sendiri Ibn Taymiyah al-Harrani telah mengiktiraf jasa al-Asha^irah dalam ilmu usulud-din dengan mensifatkan mereka sebagai para pembantu usulud-din (sila lihat Fatawa Ibn Taymiyah, juz. 4).

Bagaima mungkin majoriti umat Islam ini boleh dihukumkan sebagai kafir al-Mu^attilah (golongan yang menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan kewujudan Allah) atau golongan sesat? Sedangkan Rasulullah sallaLlahu ^alayhi wa-sallam telah menyatakan bahawa kebanyakan umat baginda tidak tidak sesat dan inilah antara keistimewaan umat ini sebagaimana sabda baginda:
إن الله لا يجمع أمتي على ضلالة
Mafhumnya: “Sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umatku di atas suatu kesesatan” [Diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dalam Sunan al-Tirmidhi, Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, al-Hakim dalam al-Mustadrak, Ahmad dalam Musnad Ahmad].

Menurut riwayat Ibn Majah ada suatu tambahan:
فإذا رأيتم اختلافًا فعليكم بالسواد الأعظم
Mafhumnya: “Maka jika kamu melihat suatu perselisihan, maka kamu hendaklah bersama kumpulan yang paling besar”.

Hadis di atas disokong atau dikuatkan oleh hadis mawquf ke atas Abu Mas^ud al-Badri, iaitu:
وعليكم بالجماعة فإن الله لا يجمع هذه الأمة على ضلالة
Mafhumnya: “Dan kamu hendaklah bersama kumpulan kerana sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umat ini di atas suatu kesesatan” [Diriwayatkan oleh Ibn Abi ^Asim dalam al-Sunnah. Al-Hafiz Ibn Hajar di dalam kitabnya Muwafaqatul-Khabar al-Khabar berkata: “Isnadnya hasan”].

Hadis di atas juga disokong oleh hadis mawquf ke atas ^Abdullah ibn Mas^ud dan hadis init habit daripada beliau:
ما رءاه المسلمون حسنًا فهو عند الله حسن وما رءاه المسلمون قبيحًا فهو عند الله قبيح
Mafhumnya: “Suatu yang dipandang oleh orang-orang Islam sebagai baik maka perkara itu baik di sisi Allah, dan suatu yang dipandang oleh orang-orang Islam sebagai buruk maka perkara itu buruk di sisi Allah” [Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad Ahmad dan lihat Kashful-Astar ^an Zawa’idil-Bazzar oleh al-Hafiz al-Haythami. Al-Hafiz Ibn Hajar di dalam kitabnya Muwafaqatul-Khabar al-Khabar berkata: “(Hadis) ini mawquf hasan”].

Sesungguhnya pernyataan bahawa kebanyakan atau majoriti umat ini terpelihara dari kesesatan tidak menafikan hadis sahih ini, iaitu sabda Nabi sallaLlahu ^alayhi wa-sallam:
لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق حتى تقوم الساعة
Mafhumnya: “Satu golongan daripada umatku sentiasa zahir di atas kebenaran sehingga Kiamat berlaku” [Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak].

Sabdaan Nabi sallaLlahu ^alayhi wa-sallam ini bermaksud bahawa di kalangan umat baginda ada segolongan yang berpegang teguh dengan agama Islam secara sempurna, dan ini tanpa ragu bahawa golongan yang berpegang teguh dengan agama secara sempurna adalah kaum minoriti. Meskipun begitu, hadis tersebut tidaklah bermaksud bahawa kebanyakan orang Islam dalam keadaan sesat dari sudut aqidah sehingga keluar dari agama Islam sebagaimana yang didakwa secara terang-terangan oleh puak al-Wahhabiyyah dan golongan yang seumpama mereka.

Selain itu, sabdaan Nabi sallaLahu ^alayhi wa-sallam itu juga mengisyaratkan kepada kita bahawa ilmu serta perjuangan Islam akan sentiasa berkesinambungan dari satu generasi ke satu generasi sedari zaman penurunan wahyu ketika hayat Nabi Muhammad sallaLlahu alayhi wa-sallam hingga hari terakhir yang dikehendaki Allah untuk umat Islam. Fitnah al-Wahhabiyyah ke atas Ahlus-Sunnah wal-Jama^ah al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah boleh dianggap sebagai satu usaha dakyah mereka untuk memutuskan kesinambungan kebenaran Islam sebagaimana yang dimaksudkan oleh hadis tersebut. WaLlahu a^lam…</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AL-ASHA^IRAH PEMIMPIN ILMU ISLAM DAN PEMBELA ISLAM</p>
<p>Al-Imam Abul-Hasan al-Ash^ari dan para pendokong atau pengikut beliau yang digelar al-Ash^ariyyun atau al-Asha^irah mempunyai jasa besar dalam membersihkan umat Islam dari kekotoran aqidah ahli bidaah seperti aqidah al-Mu^tazilah, al-Jahmiyyah, al-Mujassimah dan al-Mushabbihah. Bahkan, kebanyakan para pendokong, pemimpin ilmu Islam dan pembela Islam adalah dari kalangan al-Asha^irah, sedangkan golongan mempertikaikan mereka ini tidak pun mencapai separas buku lali mereka sejak berzaman sehingga kini dari segi ilmu, warak, taqwa dan jasa.</p>
<p>Antara ulama al-Asha^irah ialah daripada kalangan ulama hadis yang sampai ke tahap al-Hafiz yang menjadi pemimpin dalam ilmu hadis seperti al-Imam al-Hafiz al-Hujjah al-Faqih Shaykhul-Muhaddithin Abu Bakr al-Jurjani al-Isma^ili (penyusun al-Mustakhraj ^alal-Bukhari), al-Imam al-Kabir al-Hafiz al-Faqih al-Usuli Abu Bakr al-Bayhaqi, al-Hafiz Ibn ^Asakir (yang disifatkan sebagai tokoh yang utama daripada kalangan al-muhaddithin di Sham pada zamannya), Amirul-Mu’minin fil-Hadith al-Hafiz Ahmad ibn Hajar al-Asqalani, al-Hafiz Abu Nu^aym al-Asbahani, al-Hafiz al-Daraqutni, al-Hafiz al-Khatib al-Baghdadi, al-Hafiz al-Silafi, al-Hafiz al-Nawawi, al-Hafiz Ibn Daqiqil-^Id, al-Hafiz Qadil-Qudah Taqiyyud-Din al-Subki, al-Hafiz al-^Ala’i, al-Hafiz Zaynud-Din al-^Iraqi, al-Hafiz Waliyyud-Din al-^Iraqi, al-Hafiz al-Lughawi al-Sayyid Muhammad Murtada al-Zabidi, Muhaddith al-Diyaril-Maghbiyyah al-Hafiz al-Mujtahid al-Sayyid Ahmad ibn Siddiq al-Ghummari dan ramai lagi.</p>
<p>Selain itu, antara ulama al-Asha^irah lain yang amat berjasa kepada umat Islam ialah Mujaddid Kurun Keempat Hijriah al-Imam Abut-Tayyib Sahl ibn Muhammad, al-Shaykh Abu Muhammad al-Juwayni, al-Shaykh Abul-Ma^ali Imamul-Haramayn, al-Imam Abu Mansur ^Abdul-Qahir a l-Baghdadi, al-Ustadh Abul-Qasim al-Qushayri, al-Shaykh Abu Ishaq al-Shirazi, al-Imam Abu Bakr al-Baqillani, Shaykhul-Mutakallimin al-Imam Abu Bakr ibn Furak, al-^Arif biLlah al-Imam al-Sayyid ^Abdul-Qadir al-Jilani, al-^Arif biLlah al-Imam al-Sayyid Ahmad al-Rifa^i, Shaykhul-Islam wa-Sultanul-^Ulama’ al-^Izz ^Abdul-^Aziz ibn ^Abdis-Salam, al-^Arif biLlah, al-Imam al-Ghazali, Abul-Wafa’ Ibn Aqil al-Hanbali, Qadil-Qudah al-Damighi al-Hanafi, Abul-Walid al-Baji al-Maliki, al-Qadi ^Iyad, al-Imam Fakhrud-Din al-Razi, Abu ^Amr ibn al-Hajib al-Maliki, ^Ala’ud-Dun al-Baji, al-Shaykh Zakariyya al-Ansari, al-Shaykh Baha’ud-Din al-Rawwas al-Sufi, al-Imam al-Habib al-Sayyid ^Abdullah ibn ^Alawi al-Haddad, Mufti al-Shafi^iyyah bi-Makkah al-Sayyid Ahmad Zayni Dahlan, Musnidil-Hind WaliyyuLlah al-Dihlawi, Mufti Misr al-Shaykh Muhammad ^Illish al-Maliki, Shaykhul-Jami^il-Azhar ^Abdullah al-Sharqawi, al-Shaykh Abul-Hasan al-Qawuqji, al-Shaykh Husayn al-Jisr al-Tarabulusi, al-Shaykh ^Abdul-Basit al-Fakhuri Mufti Bayrut, al-Shaykh Muhammad Arshad al-Banjari, al-Shaykh Dawud ibn ^Abdullah al-Fatani, al-Shaykh Zaynul-^Abidin al-Fatani Ra’is ^Ulama’il-Hijaz al-Shaykh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi, al-Shaykh al-Adib Wan Ahmad al-Fatani, al-Shaykh Muhammad Mukhtar ibn ^Utarid al-Buquri, Muhaddith al-Diyarish-Shamiyyah al-Akbar al-Shaykh al-Sharif Badrud-din al-Hasani, al-^Allamah al-Habib al-Sayyid ^Alawi ibn Tahir al-Haddad al-Hadrami Mufti Johor, al-Musnid al-Habib Abul-Ashbal Salim ibn Jindan al-Indunisi, al-^Alimul-^Allamah al-Sayyid ^Alawi ibn ^Abbas al-Maliki, al-Muhaddith al-Shaykh Muhammad ^Arabi al-Tabbani, Musnidud-Dunya Muhammad Yasin al-Fadani, al-Shaykh Tuan Guru al-Haj ^Abdullah Lubuk Tapah al-Kalantani, Muhaddith al-Diyarish-Shamiyyah aw Khalifatish-Shaykh Badrud-Din al-Shaykh ^Abdullah al-Harari dan ramai lagi.</p>
<p>Selain itu, di kalangan al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah ada yang membela Islam dan umat Islam melalui kuasa pemerintahan seperti al-Sultanul-^Adil al-Mujahid Salahud-Din al-Ayyubi, al-Sultan Muzaffarud-Din Kukabri, al-Sultan Qalawun dan al-Sultan Muhammad al-Thani al-Fatih dan lain-lain lagi.</p>
<p>Sebenarnya, saya tidak bermaksud dengan senarai di atas untuk menjumlahkan kesemua al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah! Siapakah yang mampu menghitung semua bintang di langit atau siapakah yang tahu bilangan pasir di gurun melainkan Allah?!. Demikianlah betapa ramainya al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah… al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah adalah Ahlus-Sunnah wal-Jama^ah golongan yang selamat!! Merekalah yang amat berjasa menyebarkan Islam ke seluruh dunia, di seluruh pelusuk benua dan kepulauan, di timur dan barat, di utara dan selatan sehingga majoriti umat Islam terdiri daripada al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah!</p>
<p>Namun hairan, di sana ada suara-suara janggal yang melempar pelbagai tuduhan dan kejian terhadap al-Asha^irah dan metode pengajian aqidah tauhid mereka. Suara-suara liar itu menuduh bahawa al-Asha^irah bukanlah Ahlus-Sunnah, bahkan ada yang mengkafirkan mereka atau menggolongkan mereka ke dalam puak al-Mu^attilah semata-mata menyerahkan makna nusus mutashabihat kepada Allah dan Rasulullah. Ada yang mendakwa bahawa metode pengajian tauhid secara ilmu kalam yang didokong oleh al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah (sifat 20 atau sifat 13) itu memundurkan umat Islam, tidak menggerunkan musuh Islam, dan menyusahkan, berbelit-belit, mengelirukan atau memeningkan kepala. Suara-suara pelik ini sebenarnya dimomokkan oleh golongan al-Wahhabiyyah yang menggelarkan diri mereka sebagai Salafiyyah. Sedangkan, tokoh rujukan utama mereka sendiri Ibn Taymiyah al-Harrani telah mengiktiraf jasa al-Asha^irah dalam ilmu usulud-din dengan mensifatkan mereka sebagai para pembantu usulud-din (sila lihat Fatawa Ibn Taymiyah, juz. 4).</p>
<p>Bagaima mungkin majoriti umat Islam ini boleh dihukumkan sebagai kafir al-Mu^attilah (golongan yang menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan kewujudan Allah) atau golongan sesat? Sedangkan Rasulullah sallaLlahu ^alayhi wa-sallam telah menyatakan bahawa kebanyakan umat baginda tidak tidak sesat dan inilah antara keistimewaan umat ini sebagaimana sabda baginda:<br />
إن الله لا يجمع أمتي على ضلالة<br />
Mafhumnya: “Sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umatku di atas suatu kesesatan” [Diriwayatkan oleh al-Tirmidhi dalam Sunan al-Tirmidhi, Ibn Majah dalam Sunan Ibn Majah, al-Hakim dalam al-Mustadrak, Ahmad dalam Musnad Ahmad].</p>
<p>Menurut riwayat Ibn Majah ada suatu tambahan:<br />
فإذا رأيتم اختلافًا فعليكم بالسواد الأعظم<br />
Mafhumnya: “Maka jika kamu melihat suatu perselisihan, maka kamu hendaklah bersama kumpulan yang paling besar”.</p>
<p>Hadis di atas disokong atau dikuatkan oleh hadis mawquf ke atas Abu Mas^ud al-Badri, iaitu:<br />
وعليكم بالجماعة فإن الله لا يجمع هذه الأمة على ضلالة<br />
Mafhumnya: “Dan kamu hendaklah bersama kumpulan kerana sesungguhnya Allah tidak mengumpulkan umat ini di atas suatu kesesatan” [Diriwayatkan oleh Ibn Abi ^Asim dalam al-Sunnah. Al-Hafiz Ibn Hajar di dalam kitabnya Muwafaqatul-Khabar al-Khabar berkata: “Isnadnya hasan”].</p>
<p>Hadis di atas juga disokong oleh hadis mawquf ke atas ^Abdullah ibn Mas^ud dan hadis init habit daripada beliau:<br />
ما رءاه المسلمون حسنًا فهو عند الله حسن وما رءاه المسلمون قبيحًا فهو عند الله قبيح<br />
Mafhumnya: “Suatu yang dipandang oleh orang-orang Islam sebagai baik maka perkara itu baik di sisi Allah, dan suatu yang dipandang oleh orang-orang Islam sebagai buruk maka perkara itu buruk di sisi Allah” [Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad Ahmad dan lihat Kashful-Astar ^an Zawa’idil-Bazzar oleh al-Hafiz al-Haythami. Al-Hafiz Ibn Hajar di dalam kitabnya Muwafaqatul-Khabar al-Khabar berkata: “(Hadis) ini mawquf hasan”].</p>
<p>Sesungguhnya pernyataan bahawa kebanyakan atau majoriti umat ini terpelihara dari kesesatan tidak menafikan hadis sahih ini, iaitu sabda Nabi sallaLlahu ^alayhi wa-sallam:<br />
لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق حتى تقوم الساعة<br />
Mafhumnya: “Satu golongan daripada umatku sentiasa zahir di atas kebenaran sehingga Kiamat berlaku” [Diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak].</p>
<p>Sabdaan Nabi sallaLlahu ^alayhi wa-sallam ini bermaksud bahawa di kalangan umat baginda ada segolongan yang berpegang teguh dengan agama Islam secara sempurna, dan ini tanpa ragu bahawa golongan yang berpegang teguh dengan agama secara sempurna adalah kaum minoriti. Meskipun begitu, hadis tersebut tidaklah bermaksud bahawa kebanyakan orang Islam dalam keadaan sesat dari sudut aqidah sehingga keluar dari agama Islam sebagaimana yang didakwa secara terang-terangan oleh puak al-Wahhabiyyah dan golongan yang seumpama mereka.</p>
<p>Selain itu, sabdaan Nabi sallaLahu ^alayhi wa-sallam itu juga mengisyaratkan kepada kita bahawa ilmu serta perjuangan Islam akan sentiasa berkesinambungan dari satu generasi ke satu generasi sedari zaman penurunan wahyu ketika hayat Nabi Muhammad sallaLlahu alayhi wa-sallam hingga hari terakhir yang dikehendaki Allah untuk umat Islam. Fitnah al-Wahhabiyyah ke atas Ahlus-Sunnah wal-Jama^ah al-Asha^irah dan al-Maturidiyyah boleh dianggap sebagai satu usaha dakyah mereka untuk memutuskan kesinambungan kebenaran Islam sebagaimana yang dimaksudkan oleh hadis tersebut. WaLlahu a^lam…</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sejarah Mazhab Musyabbihah I by hannan ahmad</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=42&#038;cpage=1#comment-11578</link>
		<dc:creator>hannan ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Apr 2012 08:43:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=42#comment-11578</guid>
		<description>salam... nk tnye jika ad golongan yg sering menimbulkan syubhat mengatakan bahawa kenapa Allah turunkan ayat mutasyabihat yang akhirnya menyebabkan pergaduhan antara sesama islam??

mohon penjelasan segera

ASAP..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam&#8230; nk tnye jika ad golongan yg sering menimbulkan syubhat mengatakan bahawa kenapa Allah turunkan ayat mutasyabihat yang akhirnya menyebabkan pergaduhan antara sesama islam??</p>
<p>mohon penjelasan segera</p>
<p>ASAP..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Komunisme by ekonomi islam</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=66&#038;cpage=1#comment-11438</link>
		<dc:creator>ekonomi islam</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Mar 2012 18:07:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=66#comment-11438</guid>
		<description>&lt;strong&gt;ekonomi islam...&lt;/strong&gt;

[...]Kuliyah Mazhab Akidah Dunia Islam &#124; Komunisme[...]...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ekonomi islam&#8230;</strong></p>
<p>[...]Kuliyah Mazhab Akidah Dunia Islam | Komunisme[...]&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Sejarah Mazhab Al-Maaturidiyyah &amp; Salafi Wahabbi by nama : Ustaz zairo</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?p=15&#038;cpage=1#comment-11270</link>
		<dc:creator>nama : Ustaz zairo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 06:10:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?p=15#comment-11270</guid>
		<description>Assalaamualikum semua...Pertama sekali, saya tertarik dengan perbincangan diatas. Walaupun barangkali laman ini sudah lama wujud,namun baru hari ini saya tenampak dan teringin pula nak bagi sedikit komen.

Semasa di universiti lebih 15 tahun lalu, saya tidak pernah mendengar tentang Ibnu Taimiyyah atau Ibnu Qayyim sesat. Ini kerana, kedua-duanya adalah nama besar dan menjadi rujukan pelbagai golongan intelektual dan cendikiawan islam, terutama dalam perkara-perkara yang melibatkan aqidah umat islam. Tambahan pula, di sesetengah universiti, ada jabatan yang menjadikan nama kedua-duanya sebagai tajuk utama tesis bagi lulusan ijazah sarjana atau ijazah kedoktoran. Selain itu, semasa saya mempelajari kitab-kitab lama/pondok disurau saya hampir dua puluh tahun lalu, nama Ibnu Qayyim sering dijadikan rujukan dan beliau terkenal sebagai Mujtahid Muntasib,iaitu golongan mujtahid kedua selepas Mujtahid Mutlaq. Antaranya kitab karangan ulama-ulama melayu nusantara seperti Syeikh zainal abidin dan seumpama dengannya. 

Oleh kerana rasa ingin tahu tentang nama-nama ulama silam yang disifatkan menyeleweng ini, saya pun mula membeli kitab-kitab karangan Ibnu taimiyyah (kitab Al-Imaanul Ausat, kitab Attasawwuf wassuufiyyah, kitab majmu&#039; fatawa) dan Ibnu Qayyiim (kitab arruuh, kitab haadil arwaah, kitab addaa&#039; wad dawaa&#039;, kitab fawaaid)dan mengulangkajinya. Saya juga membeli dua buah kitab karangan Muhammad Bin Abdul Wahhaab (At-Tauhid dan kitab kashful Subuhaat).alhamdulillah, saya adalah lulusan ijazah Bahasa Arab dari UIAM. Saya akui walaupun belajar bahasa arab di tanahair sendiri, namun Alhamdulillah saya mempunyai ramai kawan-kawan berbangsa melayu tetapi tinggal lama di negara arab. Mereka dikenali sebagai &#039;&#039;Muwallad&#039;&#039;.Saya juga mempunyai kawan-kawan berbangsa arab dari Yaman dan negara arab lain hingga ke hari ini. Merekalah sumber pertanyaan saya jika ada istilah-istilah atau perkataan yang tidak saya fahami walaupun sesudah merujuk pada kamus.

Setelah menelaah kitab-kitab tersebut selama beberapa tahun ini, saya dapati kesemua ulama&#039; ini adalah benar tidak  sesekali menyeleweng dari aqidah islam. bahkan mereka adalah golongan yang amat kuat bergantung kepada nas-nas agama yang sarih. pendapat yang mengatakan Ibnu Taiyyimiyah berfahaman mujassimah atau musyabihah adalah sangat tidak benar bahkan hanya tuduhan dan tohmahan yang amat zalim. Meskipun ada golongan ulama yang menolak sesetengah fahaman dan ajaran ibnu taimiyyah, namun ianya adalah penolakan ilmiah (ajwibah ilmiyyyah) yang menunjukkan kesuburan ilmu dalam ruang lingkup quran dan sunnah. Ini semua ada dinyatakan oleh Imam Abdul Wahhab Sya&#039;rani dalam kitabnya Alyawaaqiit waljawaahiir fi Bayaan Aqidatul Akaabir.

Qaidah umum ibnu taimiyyah dan ibnu qayyiim dalam ayat-ayat sifat ialah&#039;&#039; menyerah sepenuhnya kepada Allah tanpa takwil, takyiif, ta&#039;thiil, tasybiih, tafwiid, tajsiim dah tahriif(attasliimul mutlaq fii aayaatis siffat biduun takwil, takyiif, ta&#039;thiil, tasybiih, tafwiid, tajsiim dah tahriif). Aqidah kita dalam Asyyaariyyah juga sama dengan aqidah itu, cuma kita bertafwiid iaitu menambah ma&#039;na (tafwiid makna) dengan meletakkan makna yang lebih layak bagi Allah selaku Tuhan. Sebagai contoh dalam ayat istiwak, Imam Asyaari mengatakan makna istiwaak ialah istaulaa kerana itulah lebih layak bagi Allah. Tidak mampu saya menerangkan segalanya disini kerana penerangannya amat luas dan bukan semuanya dapat dicoretkan di sini. Hanya ahli dalam bab Aqidah sahaja dapat memahaminya.

Saya secara kesimpulannya amat bersetuju dengan pendapat Tuan Guru. Semuanya adalah golongan yang benar yang berjuang mengikut kefahaman yang tidak lari dari quran dan sunnah.jangan sesekali kita menuduh seseorang itu sesat, terutama golongan alim ulama&#039; tanpa kita mengkaji dan mengulangkaji kata-kata mereka yang ditinggalkan dam kitab penulisan mereka.

Wallaahu a&#039;lam..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamualikum semua&#8230;Pertama sekali, saya tertarik dengan perbincangan diatas. Walaupun barangkali laman ini sudah lama wujud,namun baru hari ini saya tenampak dan teringin pula nak bagi sedikit komen.</p>
<p>Semasa di universiti lebih 15 tahun lalu, saya tidak pernah mendengar tentang Ibnu Taimiyyah atau Ibnu Qayyim sesat. Ini kerana, kedua-duanya adalah nama besar dan menjadi rujukan pelbagai golongan intelektual dan cendikiawan islam, terutama dalam perkara-perkara yang melibatkan aqidah umat islam. Tambahan pula, di sesetengah universiti, ada jabatan yang menjadikan nama kedua-duanya sebagai tajuk utama tesis bagi lulusan ijazah sarjana atau ijazah kedoktoran. Selain itu, semasa saya mempelajari kitab-kitab lama/pondok disurau saya hampir dua puluh tahun lalu, nama Ibnu Qayyim sering dijadikan rujukan dan beliau terkenal sebagai Mujtahid Muntasib,iaitu golongan mujtahid kedua selepas Mujtahid Mutlaq. Antaranya kitab karangan ulama-ulama melayu nusantara seperti Syeikh zainal abidin dan seumpama dengannya. </p>
<p>Oleh kerana rasa ingin tahu tentang nama-nama ulama silam yang disifatkan menyeleweng ini, saya pun mula membeli kitab-kitab karangan Ibnu taimiyyah (kitab Al-Imaanul Ausat, kitab Attasawwuf wassuufiyyah, kitab majmu&#8217; fatawa) dan Ibnu Qayyiim (kitab arruuh, kitab haadil arwaah, kitab addaa&#8217; wad dawaa&#8217;, kitab fawaaid)dan mengulangkajinya. Saya juga membeli dua buah kitab karangan Muhammad Bin Abdul Wahhaab (At-Tauhid dan kitab kashful Subuhaat).alhamdulillah, saya adalah lulusan ijazah Bahasa Arab dari UIAM. Saya akui walaupun belajar bahasa arab di tanahair sendiri, namun Alhamdulillah saya mempunyai ramai kawan-kawan berbangsa melayu tetapi tinggal lama di negara arab. Mereka dikenali sebagai &#8221;Muwallad&#8221;.Saya juga mempunyai kawan-kawan berbangsa arab dari Yaman dan negara arab lain hingga ke hari ini. Merekalah sumber pertanyaan saya jika ada istilah-istilah atau perkataan yang tidak saya fahami walaupun sesudah merujuk pada kamus.</p>
<p>Setelah menelaah kitab-kitab tersebut selama beberapa tahun ini, saya dapati kesemua ulama&#8217; ini adalah benar tidak  sesekali menyeleweng dari aqidah islam. bahkan mereka adalah golongan yang amat kuat bergantung kepada nas-nas agama yang sarih. pendapat yang mengatakan Ibnu Taiyyimiyah berfahaman mujassimah atau musyabihah adalah sangat tidak benar bahkan hanya tuduhan dan tohmahan yang amat zalim. Meskipun ada golongan ulama yang menolak sesetengah fahaman dan ajaran ibnu taimiyyah, namun ianya adalah penolakan ilmiah (ajwibah ilmiyyyah) yang menunjukkan kesuburan ilmu dalam ruang lingkup quran dan sunnah. Ini semua ada dinyatakan oleh Imam Abdul Wahhab Sya&#8217;rani dalam kitabnya Alyawaaqiit waljawaahiir fi Bayaan Aqidatul Akaabir.</p>
<p>Qaidah umum ibnu taimiyyah dan ibnu qayyiim dalam ayat-ayat sifat ialah&#8221; menyerah sepenuhnya kepada Allah tanpa takwil, takyiif, ta&#8217;thiil, tasybiih, tafwiid, tajsiim dah tahriif(attasliimul mutlaq fii aayaatis siffat biduun takwil, takyiif, ta&#8217;thiil, tasybiih, tafwiid, tajsiim dah tahriif). Aqidah kita dalam Asyyaariyyah juga sama dengan aqidah itu, cuma kita bertafwiid iaitu menambah ma&#8217;na (tafwiid makna) dengan meletakkan makna yang lebih layak bagi Allah selaku Tuhan. Sebagai contoh dalam ayat istiwak, Imam Asyaari mengatakan makna istiwaak ialah istaulaa kerana itulah lebih layak bagi Allah. Tidak mampu saya menerangkan segalanya disini kerana penerangannya amat luas dan bukan semuanya dapat dicoretkan di sini. Hanya ahli dalam bab Aqidah sahaja dapat memahaminya.</p>
<p>Saya secara kesimpulannya amat bersetuju dengan pendapat Tuan Guru. Semuanya adalah golongan yang benar yang berjuang mengikut kefahaman yang tidak lari dari quran dan sunnah.jangan sesekali kita menuduh seseorang itu sesat, terutama golongan alim ulama&#8217; tanpa kita mengkaji dan mengulangkaji kata-kata mereka yang ditinggalkan dam kitab penulisan mereka.</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Kitab Yang Disyarah by otaimer</title>
		<link>http://mazhab.sementoji.net/?page_id=11&#038;cpage=1#comment-11254</link>
		<dc:creator>otaimer</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 09:53:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mazhab.sementoji.net/?page_id=11#comment-11254</guid>
		<description>salam,

Syi`ah (tidak kira zaidiyyah atau rofidah atau imamiyyah) mereka semua adalah salah satu daripada fahaman atau golongan sesat yg di isyaratkan oleh Baginda S.a.w  seperti berikut :

Telah Bersabda Nabi s.a.w : “Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad dengan tangan qudratNya, akan berpecah ummatku atas 73 golongan, maka hanya 1 golongan sahaja yang masuk syurga. Bertanya sohabat, siapakah yang 1 golongan itu wahai Rasullah s.a.w?, Maka Baginda s.a.w menjawab : Ahli Assunnah Wal Jamaah.” (Riwayat Imam Thabrani)

Huraian :

Ummat Islam akan berpecah kepada 73 golongan tetapi golongan yang Selamat dan di akui sebagai Ummat Nabi s.a.w hanya 1 golongan sahaja iaitu   Golongan Ahli Assunah wal Jamaah.

Berikut senarai golongan yang sesat lagi menyesatkan :

1) Syi`ah 22 firqah

2) Khawarij 20 firqah

3) Mu`tazilah 20 firqah

4) Murji`ah 5   firqah

5) Najariah 3   firqah

6) Jabariyyah 1   firqah

7) Musyabbihah /Salafi-wahabiyyah 1   firqah

————————————————

Jumlah : 72 firqah

___________________________________________</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam,</p>
<p>Syi`ah (tidak kira zaidiyyah atau rofidah atau imamiyyah) mereka semua adalah salah satu daripada fahaman atau golongan sesat yg di isyaratkan oleh Baginda S.a.w  seperti berikut :</p>
<p>Telah Bersabda Nabi s.a.w : “Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad dengan tangan qudratNya, akan berpecah ummatku atas 73 golongan, maka hanya 1 golongan sahaja yang masuk syurga. Bertanya sohabat, siapakah yang 1 golongan itu wahai Rasullah s.a.w?, Maka Baginda s.a.w menjawab : Ahli Assunnah Wal Jamaah.” (Riwayat Imam Thabrani)</p>
<p>Huraian :</p>
<p>Ummat Islam akan berpecah kepada 73 golongan tetapi golongan yang Selamat dan di akui sebagai Ummat Nabi s.a.w hanya 1 golongan sahaja iaitu   Golongan Ahli Assunah wal Jamaah.</p>
<p>Berikut senarai golongan yang sesat lagi menyesatkan :</p>
<p>1) Syi`ah 22 firqah</p>
<p>2) Khawarij 20 firqah</p>
<p>3) Mu`tazilah 20 firqah</p>
<p>4) Murji`ah 5   firqah</p>
<p>5) Najariah 3   firqah</p>
<p>6) Jabariyyah 1   firqah</p>
<p>7) Musyabbihah /Salafi-wahabiyyah 1   firqah</p>
<p>————————————————</p>
<p>Jumlah : 72 firqah</p>
<p>___________________________________________</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
